
Pelajaran sejarah tidak harus selalu berada di dalam ruang kelas yang kaku. Kali ini, siswa-siswi kelas 9 SMP Al Mas’udiyyah berkesempatan melakukan kegiatan kokurikuler langsung ke lapangan, tepatnya ke kompleks Candi Gedong Songo, Bandungan.
Kegiatan kokurikuler ini bertujuan untuk memperdalam dan mengaplikasikan materi sejarah kerajaan Hindu-Buddha yang telah dipelajari di kelas, sekaligus memperkuat karakter siswa melalui penjelajahan alam.
Mengapa Candi Gedong Songo?Kompleks candi ini bukan sekadar tempat wisata biasa. Sebagai peninggalan Kerajaan Mataram Kuno dari abad ke-9, Candi Gedong Songo menawarkan laboratorium sejarah yang hidup. Nama “Gedong Songo” sendiri berarti “sembilan bangunan”, meskipun saat ini hanya lima kelompok candi yang masih berdiri kokoh.
Momen Seru Selama Kunjungan:
- Eksplorasi Arsitektur Hindu: Siswa mengamati langsung ciri khas candi Hindu, termasuk keberadaan arca-arca seperti Ganesha, Durga, dan Agastya yang ada di sana.
- Trekking Menantang: Terletak di lereng Gunung Ungaran dengan ketinggian sekitar 1.200 mdpl, para siswa diuji fisiknya untuk berjalan dari Candi I hingga Candi V sambil menikmati udara sejuk.
- Tugas Pengamatan: Setiap kelompok dibekali lembar kerja untuk mencatat detail sejarah, fungsi candi di masa lalu, serta kondisi pelestariannya sebagai cagar budaya nasional.
Lebih dari Sekadar Wisata
Melalui kegiatan outingclass ini, diharapkan siswa kelas 9 tidak hanya mendapatkan nilai akademik, tetapi juga rasa bangga terhadap kekayaan budaya Indonesia. Belajar langsung dari alam dan peninggalan leluhur memberikan pengalaman yang jauh lebih membekas daripada sekadar membaca buku teks.
Sampai jumpa di kegiatan seru SMP Al Mas’udiyyah berikutnya!




